Perbedaan QRIS MPM dan CPM ada pada pihak yang menampilkan kode. Pada Merchant Presented Mode (MPM), merchant menampilkan QR untuk dipindai pelanggan. Pada Customer Presented Mode (CPM), pelanggan menampilkan QR dari aplikasi pembayaran untuk dipindai merchant.

Cara paling cepat mengingatnya: MPM berarti merchant menunjukkan kode. CPM berarti customer menunjukkan kode.

Tabel perbandingan

Model Yang menampilkan kode Yang memindai Cara menentukan nominal
MPM statis Merchant Pelanggan Pelanggan memasukkan nominal
MPM dinamis Merchant Pelanggan Merchant memasukkan nominal; perangkat membuat QR
CPM Pelanggan Merchant Nominal diproses pada sistem merchant sesuai alur pembayaran

Diperiksa pada 26 Oktober 2026 berdasarkan penjelasan resmi QRIS dari Bank Indonesia.

MPM statis

Pada MPM statis, merchant memasang satu kode QR yang tetap, misalnya pada stiker atau hasil cetak. Pelanggan membuka aplikasi pembayaran, memindai kode tersebut, lalu memasukkan nominal transaksi dan PIN sebelum membayar.

Model ini sederhana karena merchant tidak memerlukan perangkat untuk membuat QR baru pada setiap transaksi. Konsekuensinya, pelanggan perlu mengetik nominal dengan benar. Sebelum menekan bayar, cocokkan nama merchant dan jumlah transaksi pada layar aplikasi.

MPM statis sering mudah dikenali di warung, meja kasir kecil, atau area pembayaran dengan satu QR yang dipakai berulang kali.

MPM dinamis

Pada MPM dinamis, merchant memasukkan nominal transaksi pada perangkat atau sistem kasir. Perangkat kemudian menghasilkan QR khusus untuk transaksi tersebut. Pelanggan memindainya dan menyetujui pembayaran dari aplikasi.

Karena nominal sudah dibawa oleh QR transaksi, pelanggan tidak perlu mengetik jumlah secara manual. Tetap periksa nama merchant dan nominal pada layar konfirmasi. Kesalahan input pada sisi merchant masih mungkin terjadi sebelum QR dibuat.

Dari sudut pandang pelanggan, MPM statis dan dinamis tampak serupa karena keduanya meminta pelanggan memindai kode merchant. Pembeda utamanya adalah apakah pelanggan harus memasukkan nominal sendiri.

CPM

Pada CPM, alurnya berbalik. Pelanggan membuka aplikasi pembayaran dan menampilkan kode QR. Merchant memakai pemindai untuk membaca kode tersebut.

Bank Indonesia menyebut CPM cocok untuk transaksi dengan kecepatan tinggi, seperti transportasi, parkir, dan ritel modern. Alasannya praktis: pelanggan cukup menunjukkan kode, sedangkan pemindai merchant menangani langkah pembacaan.

Jangan membagikan tangkapan layar kode pembayaran sebagai kebiasaan. Tampilkan kode melalui alur resmi aplikasi dan ikuti petunjuk keamanan penyedia layanan.

Bagaimana mengenali model di kasir?

Gunakan tiga pertanyaan berikut:

  1. Apakah QR sudah terpajang? Jika ya dan Anda harus mengetik jumlah, itu MPM statis.
  2. Apakah kasir membuat QR setelah memasukkan nominal? Itu MPM dinamis.
  3. Apakah kasir meminta Anda menampilkan QR dari aplikasi? Itu CPM.

Nama tombol pada aplikasi dapat berbeda, tetapi arah pemindaian tetap menjadi petunjuk yang paling konsisten.

Mana yang lebih baik?

Tidak ada satu model yang selalu lebih baik. Pilihannya bergantung pada arus transaksi dan perangkat yang dimiliki merchant.

  • MPM statis menekan kebutuhan perangkat merchant dan mudah diterapkan.
  • MPM dinamis mengurangi kebutuhan pelanggan mengetik nominal.
  • CPM membantu alur kasir dengan volume tinggi dan pemindai yang sudah terhubung.

Bagi pelanggan, langkah terpenting bukan memilih istilah teknisnya, melainkan memeriksa nama merchant, nominal, dan status akhir transaksi sebelum meninggalkan kasir.

Apa yang harus dilakukan jika status belum jelas?

Jangan langsung membayar ulang. Pertama, periksa riwayat transaksi pada aplikasi. Tunjukkan status kepada merchant dan cocokkan dengan sistem kasir. Jika dana telah terpotong tetapi merchant belum menerima konfirmasi, gunakan kanal bantuan resmi penyedia pembayaran.

Simpan bukti waktu, nominal, dan nama merchant. Hindari mengirim PIN, kode OTP, atau data rahasia ketika meminta bantuan.

Untuk dasar yang lebih umum, baca panduan QRIS. Untuk pembayaran nirsentuh berbasis NFC yang berbeda dari alur pindai kamera, lihat QRIS Tap.

Sumber resmi