Cara cek rekening penipu sebelum transfer: periksa nomor rekening di CekRekening.id, lalu cocokkan nama penerima yang muncul di aplikasi bank Anda. Hentikan pembayaran bila nama, bank, nominal, atau alasan transfer berbeda dari kesepakatan awal.
Jawaban singkat Buka CekRekening.id, pilih bank, masukkan nomor rekening, lalu baca riwayat laporan yang tersedia. Layanan itu tidak menerima QRIS atau virtual account pada kolom pemeriksaan rekening. Jika uang sudah terkirim karena penipuan, segera hubungi bank atau penyedia pembayaran dan buat laporan melalui IASC OJK; laporan IASC tidak menggantikan laporan polisi.
Gunakan CekRekening.id sebagai satu lapisan verifikasi, bukan jaminan bahwa rekening yang belum pernah dilaporkan pasti aman.
Sekilas
- Sebelum transferperiksa nomor rekening bank di CekRekening.idKomdigi — Periksa Rekening ↗ ·
- Saat konfirmasicocokkan nama penerima yang ditampilkan aplikasi bankKomdigi — CekRekening.id ↗ ·
- Setelah tertipuhubungi bank/PJP dan lapor ke IASC secepatnyaOJK — IASC ↗ ·
- Proses hukumlaporan polisi tetap jalur terpisahOJK — IASC ↗ ·
Cara memeriksa nomor rekening
- Buka alamat cekrekening.id secara langsung. Jangan memakai tautan dari pesan orang yang meminta transfer.
- Pilih jenis bank, lalu masukkan nomor rekening pada halaman Periksa Rekening.
- Baca hasil yang muncul dan perhatikan apakah ada laporan masyarakat.
- Kembali ke aplikasi bank Anda. Masukkan nomor rekening sebagai calon penerima, tetapi jangan menekan tombol konfirmasi.
- Cocokkan nama penerima dengan nama pihak yang bertransaksi dengan Anda.
- Batalkan pembayaran bila nama, bank, nominal, atau tujuan transfer berbeda dari kesepakatan.
Sumber: CekRekening.id — Periksa Rekening ·
Perhatian CekRekening.id menyatakan kolom pemeriksaan rekening digunakan untuk nomor rekening bank, bukan QRIS atau virtual account. Jangan mengubah nomor QRIS atau virtual account menjadi angka lain hanya agar bisa dimasukkan ke formulir.
Cara membaca hasilnya
| Hasil pemeriksaan | Arti praktis | Tindakan yang masuk akal |
|---|---|---|
| Ada laporan | Nomor tersebut pernah dilaporkan dalam sistem | Jangan lanjutkan transfer; simpan hasil dan verifikasi melalui kanal resmi |
| Tidak ada laporan yang terlihat | Sistem tidak menampilkan laporan untuk pencarian itu | Tetap periksa nama penerima, identitas penjual, dan alasan pembayaran |
| Nama penerima berbeda | Rekening yang dimasukkan tidak cocok dengan pihak yang Anda kenal | Hentikan transaksi dan minta penjelasan melalui kanal yang sudah Anda verifikasi |
| Pembayaran diminta lewat QRIS atau virtual account | Pemeriksaan rekening bank tidak mencakup format itu | Verifikasi pemilik merchant atau penagih melalui aplikasi dan kanal resmi |
Tidak adanya laporan bukan sertifikat keamanan. Rekening baru, atau rekening milik orang lain yang dipakai pelaku, bisa saja belum pernah dilaporkan. Karena itu, hasil pemeriksaan hanya satu lapisan verifikasi.
Tanda yang perlu membuat Anda berhenti
- penerima meminta rekening berbeda setelah harga atau kontrak disepakati;
- nama yang ditampilkan aplikasi bank tidak sama dengan identitas penjual;
- Anda diminta membagi pembayaran ke beberapa rekening;
- penerima memaksa transfer segera karena “sistem akan ditutup”;
- seseorang meminta PIN, password, OTP, kode verifikasi, atau akses layar;
- tautan pembayaran mengarah ke domain yang mirip, tetapi bukan domain resmi;
- penerima menjanjikan pengembalian dana hanya jika Anda mengirim transfer tambahan.
OJK mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan OTP, PIN, kata sandi, kode verifikasi, atau akses perangkat kepada pihak yang menghubungi secara sepihak. Simpan percakapan, bukti transfer, mutasi rekening, nomor telepon, URL, nama akun, tanggal, dan waktu.
Tips Untuk pembelian dari usaha, buka situs atau aplikasi resminya sendiri dan hubungi nomor yang tercantum di sana. Jangan memakai nomor bantuan yang dikirim oleh pihak yang sedang Anda periksa.
Langkah-langkah jika transfer sudah terlanjur dilakukan
Kecepatan laporan penting karena dana dapat berpindah lagi. Jangan menunggu hasil pencarian tambahan sebelum menghubungi penyedia layanan keuangan.
- Hubungi bank atau penyedia pembayaran — segera — minta penanganan transaksi penipuan dan simpan nomor laporan.
- Amankan akun — segera — ganti kredensial dari perangkat yang aman bila password, OTP, atau akses layar sempat diberikan.
- Simpan bukti — sebelum menghapus apa pun — dokumentasikan percakapan, nomor rekening, bukti transfer, mutasi, URL, username, tanggal, dan waktu.
- Laporkan ke IASC — secepatnya — gunakan hanya alamat resmi iasc.ojk.go.id.
- Buat laporan polisi — sesuai kebutuhan proses hukum — laporan IASC dan laporan polisi memiliki tujuan berbeda.
Menurut FAQ IASC, laporan ke IASC ditujukan untuk koordinasi finansial agar bank atau penyedia jasa pembayaran dapat menunda transaksi dan menelusuri aliran dana. Laporan polisi menjadi dasar proses hukum dan penindakan. Satu laporan tidak otomatis menggantikan yang lain.
Perhatian OJK pernah memperingatkan tentang situs dan pihak yang mengatasnamakan IASC. Alamat pelaporan resmi adalah iasc.ojk.go.id. Jangan membayar “biaya pemulihan” kepada orang yang mengaku dapat membuka blokir atau mengembalikan dana.
CekRekening, IASC, dan pengaduan bank berbeda
| Kanal | Kapan digunakan | Fungsi utama |
|---|---|---|
| CekRekening.id | sebelum transfer atau untuk melaporkan akun | memeriksa dan melaporkan rekening, e-wallet, atau akun digital sesuai formulir yang tersedia |
| Bank/PJP | segera setelah transaksi mencurigakan | mengamankan akses, mencatat sengketa, dan menangani transaksi pada sistemnya |
| IASC OJK | setelah menjadi korban penipuan transaksi keuangan | koordinasi cepat lintas bank/PJP untuk penundaan dan penelusuran dana |
| Polisi | untuk proses hukum | menerima laporan dan menyelidiki dugaan tindak pidana |




